USD777 · Teks dan akses menonton
Subtitle, CC, dan SDH tidak selalu membawa informasi yang sama. Teks dialog membantu membaca ucapan; teks aksesibilitas juga dapat menjelaskan penutur dan suara penting. Bahasa teks dan kelengkapan informasi adalah dua hal terpisah: teks berbahasa Indonesia belum tentu memuat keterangan suara, dan subtitle tidak selalu berupa terjemahan.
Perbedaan ini paling terasa saat sebuah adegan menyampaikan petunjuk melalui bunyi di luar gambar. Tulisan dialog yang benar pun dapat meninggalkan sebagian informasi apabila penonton tidak dapat mendengar suara tersebut.
Dua pertanyaan sebelum membandingkan label
Pertama, bahasa apa yang digunakan? Teks bisa memakai bahasa yang sama dengan ucapan atau menerjemahkannya. Kedua, informasi apa yang ditulis? Apakah hanya kata yang diucapkan, atau juga identitas penutur dan suara yang diperlukan untuk memahami adegan?
W3C WAI menjelaskan captions dan subtitles serta mencatat bahwa penggunaan istilah berbeda antarwilayah. Captions menyediakan padanan teks untuk ucapan dan informasi audio nonucapan yang penting, diselaraskan dengan audio. Closed captions dapat ditampilkan atau disembunyikan, sedangkan open captions selalu tampil. Karena istilah tidak seragam, isi dan fungsi trek lebih berguna untuk diperiksa daripada namanya saja.
Apa arti CC dan SDH?
CC merupakan singkatan closed captions, sedangkan SDH berarti subtitles for the deaf and hard of hearing. Keduanya berhubungan dengan akses bagi penonton yang tidak dapat mendengar audio secara penuh. Dokumentasi mitra Netflix menjelaskan bahwa SDH dan CC berdekatan dalam tujuan serta isi, tetapi spesifikasi teknis dan gayanya dapat berbeda. Istilah CC memiliki latar penggunaan dalam penyiaran Amerika Serikat.
Dokumen tersebut juga menyebut pemakaian SDH dan CC yang kadang saling dipertukarkan dalam percakapan tentang Netflix. Maka, label “CC” di layanan streaming tidak cukup untuk menyimpulkan format berkas atau teknologi penyiaran yang digunakan. Bagi penonton, pertanyaan utamanya tetap apakah informasi yang dibutuhkan tersedia.
Dialog sama, informasi berbeda
Adegan rekaan: Nara menunggu di ruang kosong. Seseorang berbicara dari luar gambar; sesudahnya, pintu terkunci.
Contoh teks dialog
Kata-katanya tersedia, tetapi teks ini belum memberi tahu siapa yang berbicara atau apa yang terdengar setelahnya.
Contoh dengan informasi audio
[pintu dikunci]
Identitas penutur dan kejadian yang disampaikan melalui suara ikut tersedia dalam teks.
Analisis: terjemahan saja tidak menjawab semua kebutuhan
Dalam contoh di atas, kedua versi dapat menggunakan Bahasa Indonesia yang benar. Namun, versi pertama belum menyampaikan peristiwa pintu dikunci. Jika peristiwa itu tidak diperlihatkan dalam gambar, pembaca teks saja mempunyai informasi lebih sedikit tentang posisi tokoh.
Analisis editorial: masalahnya bukan bahwa kalimat “Tunggu di sini” salah diterjemahkan. Yang berbeda adalah cakupan informasi. Memisahkan ketepatan bahasa dari kelengkapan audio membuat kita lebih adil saat membandingkan dua trek. Ini juga mencegah anggapan bahwa keterangan bunyi selalu merupakan tambahan yang tidak perlu.
Untuk penonton yang memahami bahasa lisan tetapi kesulitan mengikuti beberapa kata, teks dialog mungkin memenuhi kebutuhannya. Untuk penonton yang memerlukan akses terhadap audio nonucapan, keterangan penutur, bunyi, dan musik yang relevan dapat menjadi bagian penting dari pengalaman menonton.
Subtitle bahasa asli juga bisa hanya berisi dialog
Dalam pengumuman 24 April 2025, Netflix memperkenalkan pilihan subtitle bahasa asli yang hanya memuat dialog, dimulai dengan musim kelima YOU. Pengumuman itu membedakan pilihan tersebut dari SDH/CC yang juga memuat petunjuk audio dan nama penutur.
Contoh ini menunjukkan mengapa rumus “subtitle selalu terjemahan, CC selalu bahasa asli” terlalu sederhana. Pengumuman sebuah layanan juga tidak membuktikan bahwa setiap judul, bahasa, wilayah, atau perangkat mempunyai pilihan yang identik sekarang. Ketersediaan suatu trek perlu dilihat pada judul yang akan ditonton.
Membaca label tanpa menganggapnya skor kualitas
SDH bukan peringkat bahwa suatu film lebih baik, dan CC bukan kategori genre. Label ini berkaitan dengan cara informasi disajikan. Untuk membahas pengalaman menonton, pisahkan isi film, kualitas terjemahan, keterbacaan teks, sinkronisasi, dan kelengkapan keterangan suara.
Pembahasan ini melengkapi artikel tentang perubahan cara menonton film di era digital. Jelajahi panduan film untuk istilah lain, atau temukan bacaan lintas topik melalui pilihan editorial USD777.

Tinggalkan Balasan